Childre See,Children do
child is a very good impersonator, especially when aged 2-3 years are the days where a child imitating what he saw, especially from the nature or behavior of their parents. therefore as parents, we should give these things are positive in the presence of young children. because then the child is able to mimic the positive things from us. it is often the term "what children see, children do". it is very true because when the little boy sees things in front of his eyes so he would do that too, without him know the purpose or effect of what he did.
Senin, 23 April 2012
Senin, 26 Maret 2012
Tugas Bahasa Inggris
Contoh Adjective, Adverb,Verb dan Noun :
Adjective | Adverb | verb | noun | |
1 | Hard | Hard | Harden | Hardness |
2 | Beautiful | Beautifully | Beautify | Beauty |
3 | Final | Finally | Last | Finalist |
4 | Complete | Completely | Complete | Completeness |
5 | High | Highly | High | Highness |
Contoh kalimat:
1. Adjective
a. She is so beautiful
b. This stone is very hard
2. Adverb
a. She sang so beautifully that she won the festival
b. she trying hard
3. Verb
a. she beautify herself with makeup
b. Adding cold cream will cause the caramel to harden
Noun
a. She has beauty, brain, and behavior.
b. the hardness has changed into the weakness
Senin, 05 Maret 2012
tulisan 1 bahasa inggris
This is my biography. My name is Vicky Anggraini. I was born in Jakarta on June 18, 1993. I am now 18 years old. I have two brothers, one sister and one brother. My sister's name Tiara Indriani and name my brother Muhammad Zidan. And I was the first child. My father had died since 2 years ago, and now I live with my mother and my siblings. I am now studying in universities Gunadarma. I took the faculty of economics and management majors. I am very happy with the things that concerned with the economy and that's one thing that I factor into the economics faculty. Last message from my father for the college and a degree. and it was my father's greatest hope, therefore I should be able to make it happen. aside from that I have a hobby, which is singing. I feel singing is something that can make me happy, to sing anything I can express my feelings. and according to the people around me I sound pretty good. and being a singer is also one of my goals in addition to being an economist.
tugas 1 bahasa inggris
British -our vs. American -or difference | |
armour | armor |
behaviour | behavior |
colour | color |
favourite | favorite |
flavour | flavor |
harbour | harbor |
honour | honor |
humour | humor |
labour | labor |
neighbour | neighbor |
rumour | rumor |
saviour | savior |
British -re vs. American -er difference | |
amphitheatre | amphitheater |
centimetre | centimeter |
centre | center |
fibre | fiber |
kilometre | kilometer |
litre | liter |
lustre | luster |
louvre | louver |
manoeuvre | maneuver |
metre | meter |
spectre | specter |
theatre | theater |
British -ae/-oe/-oeu vs. American -e/-o/-eu difference | |
archaeology | archeology |
gynaecology | gynecology |
leukaemia | leukemia |
manoeuvre | maneuver |
mediaeval | medieval |
mementoes | mementos |
oestrogen | estrogen |
orthopaedic | orthopedic |
paediatric | pediatric |
palaeontology | paleontology |
toxaemia | toxemia |
Jumat, 30 Desember 2011
tulisan 5 ilmu budaya dasar
Penderitaan Anak Jalanan
Cerita anak jalanan seolah-olah tidak ada habisnya. Kita sebagai masyarakat sangan perihatin dengan segala penderitaan mereka. Mereka harus berjuang di tengah kota yang kejam untuk mendapatkan sejumlah uang agar bertahan hidup.Jual rokok, mengamen di pinggir jalan, membersihkan mobil-mobil orang dan sebagainya. Barangkali itu yang dapat mereka lakukan, dan mereka dapat kita jumpai di sudut terminal, jalanan atau tiap persimpangan kota besar.Apalagi seperti Jakarta, banyak sekali anak jalanan,hampir di setiap sudut ibu kota, selalu ada potret penderitaan anak jalanan. Sebenarnya hal itu tidak di inginkan oleh mereka, tetapi faktor ekonomi yang mendorong mereka melakukan hal tersebut. bahkan ada beberapa di antaranya yang berhenti sekolah hanya demi mendapatkan 10.000 rupiah berkat pekerjaan mereka sebagai anak jalanan. hal itu sangat miris, melihat bapak-bapak yang ada di anggota dewan dapat hidup bergelimpangan harta.
Diantara mereka ada yang memang karena faktor ekonomi, putus sekolah atau persoalan rumah tangga serta kondisi orang tua. Tak sedikit dari mereka yang bertahan, karena faktor tersebut yang menyelimutinya. Walau tak sedikit juga mereka yang berada di komunitas tersebut karena faktor kenakalan atau kurang mendapat perhatian keluarga ataupun lingkungan.
Apapun keadaannya, mereka adalah anak jalanan yang patut untuk diberi pembelajaran agar mereka tidak menjadi anak jalanan, dan memberi tahu mereka kalo tugas mereka itu belajar . Sebagai contohnya, Rina (14), seorang pengamen yang sering mangkal di lampu merah ibu kota.
Dirinya menuturkan tidak memiliki biaya untuk meneruskan sekolah, sementara ayahnya sudah meninggal dan ia harus mencari nafkah bagi ibu dan keempat adiknya, ditambah kondisi sang ibu yang sering sakit-sakitan.
“Sebenarnya saya ingin sekolah dan belajar seperti anak lainnya. Tetapi, kondisi ekonomi keluarga yang memaksa saya harus turun ke jalan,” bebernya.
Jika mendengarkan pernyataan mereka,hati kita yang mendengarkan sungguh sedih pastinya. Kita seharusnya bisa lebih lebih mengayomi mereka. Sebenarnya banyak sekali LSM yang memberikan pendidikan gratis bagi anak jalanan,tetapi hal itu tidak mengurungkan niat anak jalanan untuk tetap berkerja di jalan. Fikiran mereka masih terpaku hanya untuk "uang". Didalam fikiran mereka, mereka tidak perlu belajar jika akhirnya hanya membuang-bunag waktu dan tidak bisa mendapatkan uang. Maka dari itu sekarang masih sedikit minat anak jalanan untuk belajar.
Cerita anak jalanan seolah-olah tidak ada habisnya. Kita sebagai masyarakat sangan perihatin dengan segala penderitaan mereka. Mereka harus berjuang di tengah kota yang kejam untuk mendapatkan sejumlah uang agar bertahan hidup.Jual rokok, mengamen di pinggir jalan, membersihkan mobil-mobil orang dan sebagainya. Barangkali itu yang dapat mereka lakukan, dan mereka dapat kita jumpai di sudut terminal, jalanan atau tiap persimpangan kota besar.Apalagi seperti Jakarta, banyak sekali anak jalanan,hampir di setiap sudut ibu kota, selalu ada potret penderitaan anak jalanan. Sebenarnya hal itu tidak di inginkan oleh mereka, tetapi faktor ekonomi yang mendorong mereka melakukan hal tersebut. bahkan ada beberapa di antaranya yang berhenti sekolah hanya demi mendapatkan 10.000 rupiah berkat pekerjaan mereka sebagai anak jalanan. hal itu sangat miris, melihat bapak-bapak yang ada di anggota dewan dapat hidup bergelimpangan harta.
Diantara mereka ada yang memang karena faktor ekonomi, putus sekolah atau persoalan rumah tangga serta kondisi orang tua. Tak sedikit dari mereka yang bertahan, karena faktor tersebut yang menyelimutinya. Walau tak sedikit juga mereka yang berada di komunitas tersebut karena faktor kenakalan atau kurang mendapat perhatian keluarga ataupun lingkungan.
Apapun keadaannya, mereka adalah anak jalanan yang patut untuk diberi pembelajaran agar mereka tidak menjadi anak jalanan, dan memberi tahu mereka kalo tugas mereka itu belajar . Sebagai contohnya, Rina (14), seorang pengamen yang sering mangkal di lampu merah ibu kota.
Dirinya menuturkan tidak memiliki biaya untuk meneruskan sekolah, sementara ayahnya sudah meninggal dan ia harus mencari nafkah bagi ibu dan keempat adiknya, ditambah kondisi sang ibu yang sering sakit-sakitan.
“Sebenarnya saya ingin sekolah dan belajar seperti anak lainnya. Tetapi, kondisi ekonomi keluarga yang memaksa saya harus turun ke jalan,” bebernya.
Jika mendengarkan pernyataan mereka,hati kita yang mendengarkan sungguh sedih pastinya. Kita seharusnya bisa lebih lebih mengayomi mereka. Sebenarnya banyak sekali LSM yang memberikan pendidikan gratis bagi anak jalanan,tetapi hal itu tidak mengurungkan niat anak jalanan untuk tetap berkerja di jalan. Fikiran mereka masih terpaku hanya untuk "uang". Didalam fikiran mereka, mereka tidak perlu belajar jika akhirnya hanya membuang-bunag waktu dan tidak bisa mendapatkan uang. Maka dari itu sekarang masih sedikit minat anak jalanan untuk belajar.
Tulisan 8 ilmu budaya dasar
Harapan di masa depan
Setiap manusia mempunyai harapan-harapan di masa depannya. salah satunya ialah harapan menjadi orang yang lebih baik lagi, lebih berguna bagi semua orang dan juga menjadi orang yang sukses. Tetapi demi melanjutkan dan mewujudkan harapannyakita harus berusaha dan berdoa agar harapan itu tidak hanya sekedar harapan tetapi bisa menjadi kenyataan. Dibawah ini adalah sebuah resolusi harapan saya untuk masa depan saya kedepannya.
Berikut ini adalah harapan saya 4 tahun kedepan, Karna sekarang saya adalah seorang mahasiswi yang sedang menuntut ilmu,tentu harapan yang sedang saya fikirkan untuk 4 tahu mendatang adalah lulus dengan IP yang memuaskan,dengan begitu saya bisa memulai dan menata masa depan saya lebih baik lagi untuk kedepannya.
Kemudian resolusi harapan saya 6-7 tahun kedepan, walaupun ini masih lama tetapi kita harus tetap mempunyai harapan untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Harapan saya untuk kehidupan saya 6-7 tahun kedepan adalah saya ingin mempunyai pekerjaan yang tetap dan saya akan mapan dalam pekerjaan saya. atau mungkin saya akan mendirikan sebuah usaha untuk mengembangkan hobi saya di bilang pakaian, contohnya dengan mendirikan sebuah butik. Dengan begitu saya bisa mempekerjakan orang-orang yang ada di sekitar saya.
Dan ini harapan saya setelah 10 tahun kedepan,yaitu bisa menikah dengan laki-laki yang saya cintai dan juga mempunyai anak yang soleh dan soleha. Dengan begitu selain saya ingin sukses di pekerjaan,saya juga ingin sukses di pernikahan saya. menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluarga saya.
Yang terakhir adalaha harapan saya setelah 15-20 tahun kedepan. Mungki saat nanti umur saya sekitar 40 tahunan, di saat ini saya sudah bisa sukses baik pekerjaan ataupun keluarga saya. di masa ini juga masa bagi saya untuk bersemangat dalam menjalankan hidup saya.
Dan di masa-masa tua saya, saya ingin bisa berhasil dalam keluarga dan pekerjaan saya. Dengan begitu saya bisa lebih menikmati hari tua saya dengan bahagia. Dan juga melihat anak-anak saya menjadi orang yang sukses dan juga mempunyai cucu-cucu yang pintar-pintar. Dan bisa berhasil dalam hidupnya masing-masing.
Demikian di atas adalah sejumlah resolusi saya di dalam kehidupan saya . dengan saya mempunyai harapan saya bisa lebih termotivasi lagi dalam menjalankan hidup saya kedepannya.
Setiap manusia mempunyai harapan-harapan di masa depannya. salah satunya ialah harapan menjadi orang yang lebih baik lagi, lebih berguna bagi semua orang dan juga menjadi orang yang sukses. Tetapi demi melanjutkan dan mewujudkan harapannyakita harus berusaha dan berdoa agar harapan itu tidak hanya sekedar harapan tetapi bisa menjadi kenyataan. Dibawah ini adalah sebuah resolusi harapan saya untuk masa depan saya kedepannya.
Berikut ini adalah harapan saya 4 tahun kedepan, Karna sekarang saya adalah seorang mahasiswi yang sedang menuntut ilmu,tentu harapan yang sedang saya fikirkan untuk 4 tahu mendatang adalah lulus dengan IP yang memuaskan,dengan begitu saya bisa memulai dan menata masa depan saya lebih baik lagi untuk kedepannya.
Kemudian resolusi harapan saya 6-7 tahun kedepan, walaupun ini masih lama tetapi kita harus tetap mempunyai harapan untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Harapan saya untuk kehidupan saya 6-7 tahun kedepan adalah saya ingin mempunyai pekerjaan yang tetap dan saya akan mapan dalam pekerjaan saya. atau mungkin saya akan mendirikan sebuah usaha untuk mengembangkan hobi saya di bilang pakaian, contohnya dengan mendirikan sebuah butik. Dengan begitu saya bisa mempekerjakan orang-orang yang ada di sekitar saya.
Dan ini harapan saya setelah 10 tahun kedepan,yaitu bisa menikah dengan laki-laki yang saya cintai dan juga mempunyai anak yang soleh dan soleha. Dengan begitu selain saya ingin sukses di pekerjaan,saya juga ingin sukses di pernikahan saya. menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluarga saya.
Yang terakhir adalaha harapan saya setelah 15-20 tahun kedepan. Mungki saat nanti umur saya sekitar 40 tahunan, di saat ini saya sudah bisa sukses baik pekerjaan ataupun keluarga saya. di masa ini juga masa bagi saya untuk bersemangat dalam menjalankan hidup saya.
Dan di masa-masa tua saya, saya ingin bisa berhasil dalam keluarga dan pekerjaan saya. Dengan begitu saya bisa lebih menikmati hari tua saya dengan bahagia. Dan juga melihat anak-anak saya menjadi orang yang sukses dan juga mempunyai cucu-cucu yang pintar-pintar. Dan bisa berhasil dalam hidupnya masing-masing.
Demikian di atas adalah sejumlah resolusi saya di dalam kehidupan saya . dengan saya mempunyai harapan saya bisa lebih termotivasi lagi dalam menjalankan hidup saya kedepannya.
tulisan ilmu budaya dasar 6
Cita-cita
Cita-cita adalah sebuah atau sesuatu keinginan yang ingin kita capai dimasa depan kita nantinya. Cita-cita itu dapat memotivasi kita untuk bisa bersemangat dan bekerja lebih giat lagi dimasa sekarang.Sehingga dimasa yang akan datang kelak cita-cita kita akan terwujud.
Dibawah ini adalah sebuah cerita tentang seorang anak kecil yang sangat bersemangat walaupun keadaan fisiknya sangat kekurangan. ia mempunyai cita-cita yang sangat hebat dan mulia. Namanya Satria, sejak lahir ia mempunyai kekurangan fisik pada bagian tangannya,maka dari itu ia susah untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari,ia mengandalkan kakinya agar bisa melakukan aktivitasnya sehari-hari. disamping kekurangannya,ia juga berada di lungkungan keluarga yang kurang mampu,ayahnya bekerja serabutan di home industri,dengan gaji yang kecil itu membuat ayahnya merasa bersalah karna tidak bisa menyekolahkan anaknya ke jenjang yg lebih baik. maka dari itu Satri mempunyai cita-cita,ia ingin menjadi dokter agar ia bisa mengangkat keadaan keluarganya. Dengan begitu ia akan semangat untuk mewujudkan cita-citanya,meski ia berada di lingkungan yang serba kekurangan.
Sekarang Satria,duduk di bangku 3 SMP negeri yang ada di wilayahnya. Dia merupakan anak yang pintar di sekolahnya, ia selalu mendapatkan rangking 1 di sekolahnya. Ia mendapatkan kesempatan berupa beasiswa untuk bersekolah di SMA favorit dan bagus di wilayahnya. itu merupakan hal yang membanggakan bagi dirinya dan keluarganya. terutama untuk ayahnya. Dia berfikir dengan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi ia bisa lebih mudah untuk mewujudkan cita-citanya.
Dengan berjalan seiring waktu, Satriapun masuk ke SMA tersebut. Hari pertama masuk SMA,ia merasa sangat minder karena teman-temannya merupakan anak yang keluarganya mampu. tapi hal itu bukan halangan bagi Satria untuk tetap berprestasi di sekolahnya.
Seperti sewaktu di SMP, ia tetap berprestasi di SMA, selalu bisa mendapatkan rangking 1 di kelasnya. Sehingga akhirnya, setelah lulus dari SMA ia bisa masuk ke perguruan tinggi ternama di Indonesia. Tentu berkat prestasinya tersebut,ia bisa mendapatkan beasiswa dan melanjutkan pendidikannya ke universitas,dan mengambil fakultas kedokteran. Dengan begitu, ia bisa mewujudkan cita-citanya menjadi dokter. Ayah dan Ibunya sangat bangga kepada anaknya itu. Karena mengganggap dengan semua kekurangan yang ada di dirinya,ia bisa tetap teguh untuk mewujudkan cita-citanya. Hingga akhirnya ia lulus dan berhasil menjadi dokter yang sukses. Ia berhasil membawa keluarganya ke tempat yang lebih baik lagi. Ayahnya tidak perlu lagi bekerja serabutan. Hal itu membuktikan bahwa kekurangan apapun yang ada di hidup kita, itu bukan suatu halangan untuk kita berprestasi dan bertekad untuk mewujudkan cita-cita kita. yang terpenting kita mau berusaha yang berdoa, dan terus semangat untuk mewujudkan cita-cita kita.
Cita-cita adalah sebuah atau sesuatu keinginan yang ingin kita capai dimasa depan kita nantinya. Cita-cita itu dapat memotivasi kita untuk bisa bersemangat dan bekerja lebih giat lagi dimasa sekarang.Sehingga dimasa yang akan datang kelak cita-cita kita akan terwujud.
Dibawah ini adalah sebuah cerita tentang seorang anak kecil yang sangat bersemangat walaupun keadaan fisiknya sangat kekurangan. ia mempunyai cita-cita yang sangat hebat dan mulia. Namanya Satria, sejak lahir ia mempunyai kekurangan fisik pada bagian tangannya,maka dari itu ia susah untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari,ia mengandalkan kakinya agar bisa melakukan aktivitasnya sehari-hari. disamping kekurangannya,ia juga berada di lungkungan keluarga yang kurang mampu,ayahnya bekerja serabutan di home industri,dengan gaji yang kecil itu membuat ayahnya merasa bersalah karna tidak bisa menyekolahkan anaknya ke jenjang yg lebih baik. maka dari itu Satri mempunyai cita-cita,ia ingin menjadi dokter agar ia bisa mengangkat keadaan keluarganya. Dengan begitu ia akan semangat untuk mewujudkan cita-citanya,meski ia berada di lingkungan yang serba kekurangan.
Sekarang Satria,duduk di bangku 3 SMP negeri yang ada di wilayahnya. Dia merupakan anak yang pintar di sekolahnya, ia selalu mendapatkan rangking 1 di sekolahnya. Ia mendapatkan kesempatan berupa beasiswa untuk bersekolah di SMA favorit dan bagus di wilayahnya. itu merupakan hal yang membanggakan bagi dirinya dan keluarganya. terutama untuk ayahnya. Dia berfikir dengan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi ia bisa lebih mudah untuk mewujudkan cita-citanya.
Dengan berjalan seiring waktu, Satriapun masuk ke SMA tersebut. Hari pertama masuk SMA,ia merasa sangat minder karena teman-temannya merupakan anak yang keluarganya mampu. tapi hal itu bukan halangan bagi Satria untuk tetap berprestasi di sekolahnya.
Seperti sewaktu di SMP, ia tetap berprestasi di SMA, selalu bisa mendapatkan rangking 1 di kelasnya. Sehingga akhirnya, setelah lulus dari SMA ia bisa masuk ke perguruan tinggi ternama di Indonesia. Tentu berkat prestasinya tersebut,ia bisa mendapatkan beasiswa dan melanjutkan pendidikannya ke universitas,dan mengambil fakultas kedokteran. Dengan begitu, ia bisa mewujudkan cita-citanya menjadi dokter. Ayah dan Ibunya sangat bangga kepada anaknya itu. Karena mengganggap dengan semua kekurangan yang ada di dirinya,ia bisa tetap teguh untuk mewujudkan cita-citanya. Hingga akhirnya ia lulus dan berhasil menjadi dokter yang sukses. Ia berhasil membawa keluarganya ke tempat yang lebih baik lagi. Ayahnya tidak perlu lagi bekerja serabutan. Hal itu membuktikan bahwa kekurangan apapun yang ada di hidup kita, itu bukan suatu halangan untuk kita berprestasi dan bertekad untuk mewujudkan cita-cita kita. yang terpenting kita mau berusaha yang berdoa, dan terus semangat untuk mewujudkan cita-cita kita.
Langganan:
Postingan (Atom)